Review Tangkuban Perahu, Wisata Gunung Berapi Paling Populer di Lembang

Review Tangkuban Perahu, Wisata Gunung Berapi Paling Populer di Lembang post thumbnail image

Gunung Tangkuban Perahu adalah gunung berapi paling populer di tanah Sunda, karena kawahnya bisa kamu lihat dari dekat. Kamu diperbolehkan untuk memarkir mobil atau motor tepat di depan pagar kawah utama, yaitu Kawah Ratu.

Gunung Tangkuban Perahu berada kurang lebih 1.150 – 2.684 meter di atas permukaan laut. Ini adalah gunung berapi aktif, yang telah meletus lebih dari 30 kali dalam empat puluh ribu tahun terakhir.

Review Wisata Tangkuban Perahu

Letusan terakhir terjadi pada pertengahan tahun 2019. Letusan ini menciptakan 12 kawah di sekitar puncak gunung, yang meratakan puncaknya, sehingga tampak seperti perahu terbalik dari kejauhan. Pada hari yang cerah, kamu dapat dengan mudah melihat gunung ini dari banyak tempat wisata di Bandung.

Bentuk Gunung Tangkuban Perahu yang unik mengingatkan kita pada dua hal:

  • Namanya, Parahu adalah bahasa Sunda untuk ‘perahu’ dan Tangkuban adalah ‘terbalik’.
  • Wisata hits di Lembang ini menginspirasi legenda Sangkuriang, sebuah cerita rakyat Sunda yang sangat terkenal serta berhubungan dengan geologi Bandung dan sekitarnya.

Keindahan Tangkuban Perahu

Kawah terbesar dari dua belas kawah di gunung Tangkuban Perahu adalah Kawah Ratu, yang sangat mudah diakses oleh pengunjung dari segala usia. Kok bisa?

Karena pada tahun 1920-an sebuah organisasi Belanda bernama Bandung Vooruit membangun jalan aspal dari jalan utama Bandung – Subang ke kawah tersebut. Kurang lebih sekitar 5 kilometer menanjak melalui hutan.

Sejak saat itu, semua kendaraan diperbolehkan mendekati kawah. Mobil penumpang kecil dan sepeda motor diperbolehkan parkir di area parkir atas, tepat di depan kawah! Kamu hanya perlu turun berjalan beberapa langkah dari kendaraan untuk mencapai pagar dan melihat langsung objek wisata Kawah Ratu.

Namun jika kamu menggunakan bus, Area parkir memang agak jauh dari kawah, jadi kamu harus berjalan kaki atau naik shuttle untuk mencapainya.

Meski Tangkuban Perahu telah menjadi wisata utama di Lembang dan selalu dipadati wisatawan, kamu tetap harus berhati-hati karena Kawah Ratu masih aktif, jadi kamu tidak diperbolehkan turun ke kawah.

Bagaimana kita tahu kawah itu masih aktif? Asap yang keluar dari kawah merupakan tanda pasti bahwa kawah tersebut masih aktif.

Kawah Ratu Tangkuban Perahu

Bau belerang di wisata Tangkuban Perahu memang terkadang cukup menyengat, tetapi di lain waktu angin bisa manyapu pergi bau tersebut. Jadi, kamu tidak harus selalu mendengarkan dan membeli masker dari penjual yang banyak bertebaran di sekitaran tempat ini.

Setelah dari Kawah Ratu, kawah terdekat lainnya adalah Kawah Upas. Sebelumnya, wisatawan diperbolehkan untuk turun ke Kawah Upas. Namun sejak erupsi terakhir pada tahun 2013, ada beberapa gas beracun yang keluar di dekat kawah ini, sehingga ditutup untuk umum.

Tapi jangan khawatir, untuk yang suka mendaki, dari Kawah Upas kamu bisa berjalan ke kawah berikutnya, yaitu Kawah Domas. Tetapi, pendakian ini tergolong berat, karena masih menggunakan tangga tanah yang dibuat dengan bambu, kayu serta akar pohon. Jika sehabis hujan, jalan ini bisa sangat licin, jadi hati-hati!

Terdengar lebih mudah untuk mengunjungi Kawah Domas dari Kawah Ratu karena posisinya yang berada di bawah, tetapi jika kendaraanmu parkir di area Kawah Ratu, perjalanan pulangmu akan lebih berat karena harus mendaki melalui ratusan anak tangga tanah, jadi pikirkan baik-baik, ya atau kamu bisa baca selengkapnya mengenai Review Kawah Domas.

Wisata Kawah Domas

Keindahan wisata Tangkuban Perahu hari ini agak tercemar dengan banyaknya review negatif dan kekecewaan pengunjung di internet. Beberapa diantaranya adalah:

  • Harga tiket untuk orang asing sangat mahal. Admin cenderung setuju dengan yang satu ini, karena orang asing harus membayar kira-kira sepuluh kali lipat daripada wisatawan domestik. Semoga kedepannya manajemen tidak lagi melakukan diskriminasi harga tiket.
  • Para pengunjung merasa tidak nyaman dengan penjaja yang mengikuti mereka untuk membeli oleh-oleh. Karena merupakan tujuan wisata yang sangat terkenal, ada banyak kios suvenir dan penjaja di daerah ini. Admin juga mengalami hal ini, mereka hanya akan berhenti mengikutimu setelah kamu menolak tawaran mereka dengan sopan tapi tegas. Jangan menaruh harapan kepada mereka dengan mengatakan tidak tetapi kamu terus melihat barang dagangan mereka.

Fasilitas Gunung Tangkuban Perahu

Setiap harinya manajemen wisata Tangkuban Perahu selalu meningkatkan kenyamanan pengunjung dengan fasilitas penunjang yang tersedia, seperti:

  • Akses jalan yang mudah
  • Area parkir luas
  • Tempat istirahat
  • Toilet
  • Mushola
  • Warung/ tempat kuliner
  • Toko souvenir

Harga Tiket Tangkuban Perahu

Weekday:

  • Rp 22.000 / Domestik
  • Rp 201.000 / Internasional

Weekend:

  • Rp 31.000 / Domestik
  • Rp 301.000 / Internasional

 

Jam Buka Tangkuban Perahu

Setiap Hari: 07.00-17.00

 

Rute dan Alamat Wisata Tangkuban Perahu

Jl Raya Tangkuban Perahu, Cikahuripan, Lembang, Bandung, Jawa Barat

Bagi kamu yang ingin mengunjungi gunung Tangkuban Parahu. Di bawah ini ada beberapa rute yang bisa kamu pilih dan disesuaikan dengan dengan kendaraan yang kamu gunakan.

Via motor & mobil pribadi

Bagi kamu yang menggunakan kendaraan pribadi maka beberapa rute pilihan di bawah ini bisa kamu gunakan.

Rute ini lebih cocok dilewati dengan mobil karena menggunakan jalan tol, jika kamu menggunakan motor maka kamu harus menempuh rute jalan yang lebih panjang dan lebih lama.

1. Dari Bandung

Bagi kamu yang datang dari Bandung, maka pilihlah rute perjalanan menuju Ledeng, setelah itu pilih jalan menuju Lembang hingga sampai di Cikole. Setibanya di Cikole kamu bisa masuk menuju TWA Gunung Tangkuban Parahu.

2. Dari Jakarta dan sekitarnya

Apabila kamu datang dari Jabodetabek maka pilih Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) lalu keluar di Exit Tol Subang.

Setelah itu ikuti rute Cibogo – Subang – Parung – Tanjung Wangi – Tambakan – Jalan Cagak – Cisaat – Ciater – Emen – hingga sampai di TWA Gunung Tangkuban Parahu.

3. Dari Semarang, Yogyakarta, Solo, Malang, dan Surabaya

Apabila kamu datang dari daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur maka kamu bisa menggunakan Jalan Tol Trans Jawa hingga sampai di Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) dan keluar di Exit Tol Subang.

Setelah itu ikuti rute Cibogo – Subang – Parung – Tanjung Wangi – Tambakan – Jalan Cagak – Cisaat – Ciater – Emen – hingga sampai di TWA Gunung Tangkuban Parahu.

4. Dari Tasikmalaya dan Banyumas

Bagi kalian yang datang dari arah selatan atau melalui Jalur Jalan Selatan maka kamu bisa mengikuti rute jalan Bypass Cicalengka – Haurpugur – Rancaekek – Cileunyi – Jalan Tol Purbaleunyi – Exit Tol Pasteur – Pasteur – Sukajadi – Ledeng – Lembang – Cikole – TWA Gunung Tangkuban Parahu.

 

Via Transportasi Umum

Jika kamu ingin menggunakan transportasi umum untuk menuju wisata Tangkuban Perahu maka kamu bisa memilih beberapa moda transportasi sebagai berikut.

1. Via kereta

Jika menggunakan kereta api, maka kamu bisa turun di Stasiun Bandung atau Stasiun Kiaracondong.

Bagi kamu yang turun di Stasiun Bandung, maka kamu bisa mengikuti rute Stasiun Bandung lalu naik angkot jurusan Stasiun Hall-Lembang, kemudian turun di perempatan Pasar Lembang.

Setelah itu naik salah satu angkot jurusan Lembang-Cikole / bus jurusan Bandung-Subang-Indramayu / elf jurusan Ledeng-Pamanukan. Kemudian turunlah di gerbang masuk TWA Gunung Tangkuban Parahu.

Dan untuk kamu yang turun di Stasiun Kiaracondong, kamu bisa mengikuti rute Stasiun Kiaracondong lalu naik angkot 15 jurusan Margahayu Raya-Ledeng dan turun di Terminal Ledeng.

Setelah itu kamu bisa naik bus jurusan Bandung-Subang-Indramayu / elf jurusan Ledeng-Pamanukan. Kemudian turunlah di gerbang masuk TWA Gunung Tangkuban Parahu.

2. Via bus

Jika kamu memilih menggunakan transportasi bus, maka kamu bisa turun di Terminal Cicaheum atau di Terminal Leuwipanjang.

Untuk kamu yang turun di Terminal Cicaheum, kamu bisa naik angkot jurusan Cicaheum-Ledeng dan turun di Terminal Ledeng. Kemudian naik bus jurusan Bandung-Subang-Indramayu / elf jurusan Ledeng-Pamanukan. Setelah itu turun di gerbang masuk TWA Gunung Tangkuban Parahu.

Sedangkan untuk kamu yang turun di Terminal Leuwipanjang, kamu bisa menaiki bus jurusan Bandung-Subang-Indramayu kemudian turun di gerbang masuk TWA Gunung Tangkuban Parahu.

3. Via pesawat

Jika kamu mengunjungi wisata Tangkuban Perahu menggunakan pesawat, maka kamu bisa turun di Bandara Husein Sastranegara. Lalu berjalan kaki atau naik ojek sejauh 1 Km ke perempatan Jalan Padjajaran-Jalan Abdul Rahman Saleh-Jalan Aruna.

Kemudian naik angkot jurusan Ciroyom-Lembang dan turun di perempatan Lembang. Setelah itu, naik angkot lain dengan jurusan Lembang-Cikole / bus jurusan Bandung-Subang-Indramayu / elf jurusan Ledeng-Pamanukan. Kemudian turunlah di gerbang masuk TWA Gunung Tangkuban Parahu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post