Review Wisata Kawah Domas Tangkuban Perahu
Used before category names. Indonesia Bandung

Review Wisata Kawah Domas Tangkuban Perahu

Kawah Domas adalah salah satu dari sekian banyak kawah di wisata Gunung Tangkuban Perahu. Relatif aman untuk dikunjungi, dan diperbolehkan berjalan kaki di kawahnya, merendam kaki di kolam mata air panas bahkan merebus telur di mata air panas yang mendidih.

Ada dua cara untuk mencapai kawah Domas dan keduanya membutuhkan pendakian, akan tetapi tempat wisata hits di Lembang ini sangat layak untuk kamu kunjungi.

Rute pertama dan lebih panjang adalah pendakian dari Kawah Ratu Tangkuban Perahu melalui hutan. Rute ini membutuhkan banyak waktu dan tenaga, yang sangat tidak direkomendasikan.

Rekomendasi Admin adalah pergi ke Kawah Domas melalui pintu masuk yang tepat yang akan kamu lewati dalam perjalanan dari loket tiket ke Kawah Ratu. Terdapat tempat parkir mobil yang terbatas dan toilet umum yang bersih di depan pintu masuk ini.

Review Kawah Domas Tangkuban Perahu

Kamu harus berjalan sekitar 1,2 kilometer melewati hutan, TAPI … kamu tidak membutuhkan pemandu (jadi-jadian), karena sudah ada pemandu asli dengan biaya yang kamu bayarkan saat membeli tiket masuk.

Harga masuk dengan pemandu untuk wisatawan domestik biasanya sebesar Rp. 100.000 tidak termasuk tip, biaya inilah yang kurang lebih akan kamu keluarkan saat mengunjungi wisata Kawah Domas.

Pintu Masuk Kawah Domas

Maksud admin dengan pemandu “jadi-jadian” ini adalah para penjual sekitar yang akan meminta untuk menemanimu pergi ke kawah, beberapa review di internet bahkan mengatakan mereka akan mengikutimu diam-diam di belakang, dan meminta biaya sebesar Rp 50.000 – 100.ooo ketika tiba di Kawah Domas.

Jadi pastikan kamu menolaknya dengan sopan dan tegas bahwa kamu tidak membutuhkan pemandu tambahan!

Kembali ke perjalanan, di dalam hutan yang akan kamu lewati, kamu bisa menikmati pemandangan indah yang wajib kamu abadikan, kamu juga dapat menemukan tanaman pakis yang bisa dimakan, dan pohon tertua dalam ekosistem hutan, yaitu Pohon Jamuju berusia 300 tahun.

Pohon tersebut tumbuh di punggung bukit tepat di sebelah jalan setapak, bentuknya terlihat seperti pohon lain. Tapi jangan salah, karena apa yang kamu lihat hanyalah bagian atas pohon, dan sebagian besar batangnya tidak dapat terlihat karena jauh di bawah punggungan.

Letusan terakhir Kawah Domas terjadi pada tahun 1969. Pada letusan itu, lahar panas yang melewati pepohonan menghancurkannya atau menjadikannya fosil kayu instan. Meskipun fosil pohon sudah mati, mereka masih berdiri sampai sekarang, karena batangnya mengeras dan tidak lapuk.

Jalur Hutan Menuju Kawah Domas

Saat ini Kawah Domas masih aktif, sehingga Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau aktivitasnya. BMKG menggunakan semacam perangkat logam kecil yang diletakkan batu bata kecil.

Ini adalah perangkat yang sangat penting untuk keselamatan ribuan hingga jutaan orang, oleh karena itu, setiap kali kamu melihat salah satunya, jangan dirusak!

900 meter pertama dari total 1,2 kilometer pendakian ke Kawah Domas relatif mudah, karena jalur tanahnya sedikit landai. Kamu bisa menyewa ojek untuk mencapai titik ini, TAPI… mahal.

Kemudian kamu harus menyeberangi jembatan dan jalan setapaknya menurun ke bawah dengan beberapa anak tangga di beberapa titik. Secara keseluruhan, pendakian tidak terlalu sulit. Di dekat pintu masuk Kawah Domas, jalur akan menyatu dengan jalur melelahkan dari Kawah Ratu langsung menuju Kawah Domas.

Kamu dapat dengan mudah mengetahui bahwa kamu telah sampai di Kawah Domas, karena bau belerang yang menyengat, bahkan sepuluh kali lipat lebih kuat dari Kawah Ratu.

Namun terlepas dari baunya, kamu bisa berfoto di sini dan langsung masuk ke kawahnya. Ada beberapa kolam di sini, yang sangat panas untuk merebus telur dan yang lebih hangat untuk merendam kaki atau spa lumpur dengan biaya tambahan tentunya.

Rebus Telur di Kawah Domas

Meskipun Kawah Domas buka setiap hari dari pukul 08.00 pagi hingga 15:30 sore, waktu terbaik untuk mengunjunginya adalah di pagi hari. Jika beruntung, kamu akan melihat Lutung Jawa, Surili (Javan Surili), Tando (Tupai Terbang), dan Elang ini adalah pendakian berpemandu di sepanjang jalan.

Karena pendakian biasanya memakan waktu sekitar 30-40 menit sekali jalan, lebih baik memakai pakaian dan sepatu yang nyaman. Jika kamu ingin mencoba spa lumpur atau berendam di kolam air panas, lebih baik memakai celana pendek dan kaos.

Akan tetapi, hujan dan kabut tidak dapat diprediksi di gunung ini. Jalur ini bisa ditutup kapan saja jika cuaca tidak mendukung, sehingga kamu harus mengunjungi tempat wisara di Bandung lainnya.

 

Yang perlu kamu perhatikan saat mengunjungi wisata Kawah Domas Tangkuban Perahu adalah bahwa ini adalah pendakian berpemandu, dengan biaya tambahan yang tertulis tiket sat kamu beli di gerbang masuk.

Harganya secara resmi tertera di loket tiket, dan pemandu resmi memiliki pengetahuan yang baik serta akan menjelaskan banyak hal tentang ekosistem hutan, jadi kamu bisa belajar banyak dari mereka, berbeda dengan pemandu tidak resmi yang wajib kamu hindari.

 

Jam Buka Kawah Domas

Setiap Hari: 07.00-17.00

 

Harga Tiket Kawah Domas

  • Tiket masuk Tangkuban Perahu: Rp 25.000 / orang
  • Parkir Mobil / Motor: Rp 20.000 / Rp 10.000
  • Biaya Tour Guide (1-6 orang): Rp 100.000
  • Telur (untuk di rebus di kawah): Rp. 4000 / telur

 

Alamat Kawah Domas Tangkuban Perahu

Jl Raya Tangkuban Perahu, Cikahuripan, Lembang, Bandung, Jawa Barat

Previous Article
Review Tangkuban Perahu, Wisata Gunung Berapi Paling Populer di Lembang

Leave a reply